KH.AH. Mahally, LL.B (Hons)

Syahwat Politik Jelang Muktamar NU ke 34

NU Sumsel Online -Muktamar NU di Provinsi Lampung, Pulau Sumatera, masih akan berlangsung bulan Desember nanti. Namun, adanya “Syahwat & Akhlaq Buruk” – mohon maaf – sepertinya aromanya mulai tercium. Dibuat sederhana saja, jangan dibuat repot. Yaitu, jika mau bersaing sehat – siapapun itu – dalam jabatan Ketum PBNU yang hanya posisi duniawi belaka, maka sebaiknya tak perlu menyudutkan KH. Said Agil Siroj, Ketua Umum PBNU yang bisa saja maju lagi karena AD/ART NU juga tidak melarang.

Kita harus legowo atau berbesar hati mempersilakan Kyai Said untuk mencalonkan atau dicalonkan kembali jika beliau berkenan. Jangan-jangan, ada beberapa oknum merasa takut jika Kyai Said yang menang lagi. Melalui media ini, yang dibaca oleh banyak kalangan dan berbagai tempat, saya mengajak semua Warga NU untuk tidak menghujat Para Ulama/Tokoh kita. Para Ulama Dewan Pendiri NU pasti tidak ikhlas jika Para Petinggi Ormas Terbesar milik Alim Ulama ini dihujat.

Saya sendiri juga sudah diminta sejumlah Kyai dan Habaib untuk ikut ke dalam bursa pencalonan Ketua Umum PBNU. Meski bisa saja disepelekan, tidak masalah. Apa pun itu, saya tetap yakin bahwa Allah bukan manusia (makhluk yg gemar meremehkan). Saya tidak melarang atau menghimbau siapa pun agar tidak ikut serta dalam “Walimah Nahdlatul Ulama” 23-25 Desember 2021 nanti. Justru, dengan banyaknya calon yang muncul menandakan NU atau PBNU memiliki kualitas SDM Generasi Unggul dan High Calibre.

Ingatlah dengan baik , bahwa ini Organisasi Para Ulama, sesuai namanya. Jangan dikotori dengan syahwat politik dan akhlak buruk. Siapa pun, beserta tim sukses mana pun, dan dari manapun itu, bersainglah secara sehat agar kita tidak manusia tercela. Tunjukkanlah adab mulia dan terpuji, seperti kitab-kitab akhlak telah kita pelajari di berbagai pesantren. Hebatkan para calon ketua umum masing-masing, jangan berkibar dengan menginjak orang lain.

Istikhorohlah untuk menentukan pilihan si fulan atau fulanah yg layak dipilih sebagai Ketua Umum PBNU. Hasil ‘Petunjuk Langit’ tidak akan meleset, insyaallah. Mari kita baca ulang juga Kitab Ihya’ Ulumuddin Karya Imam Al Ghozali (1058-1111 M) tentang Hasad agar hati menjadi bersih dan kita siap menjadi Para Ksatria Sejati.

Wallahu’alam Bisshowab🇮🇩🤝

Penulis : KH.AH. Mahally, LL.B (Hons), MPIR // Dewan Pendiri NU Istimewa // PCI NU Pakistan, 2005 & Alumnus IIU (International Islamic University), Islamabad.

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Stafsus Gubernur Jelaskan Usaha Berhasil Harus Kerja Keras

NU Sumsel Online – Kerja keras termasuk salah satu hal yang diajarkan oleh ajaran Islam. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *