PWNU Sumsel dan PCNU se -Sumsel Nyatakan Dukung Gus Yahya pada Muktamar

NU Sumsel Online – Dalam silahturahmi dan temu kangen PWNU dan PCNU se-Sumatera Selatan, Kamis malam (7/10) di Batiqa hotel. PWNU Sumsel dan PCNU se-Sumsel menyatakan mendukung dan mendoakan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih sebagai Ketua PBNU pada Mutamar 23 – 25 Desember mendatang.

Hal ini terlihat ketika Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi menanyakan apakah PCNU 17 Kabupaten – Kota sepakat mendukung Gus Yahya, para Ketua PC menyatakan kata sepakat mendukung Gus Yahya.

Yang mana terang KH Amiruddin Nahrawi atau yang akrab disapa Cak Amir ini menjelaskan kegiatan malm ini dihadiri 16 Ketua PCNU dan menyatakan dukungan, 1 PCNU Ogan Ilir diwakilkan, karena habis massa jabatan.

“Alhamdulilah, tadi kita sama – sama mendengarkan dukungan PCNU di Sumsel mendukung dan mendoakan Gus Yahya pada Muktamar nanti,”terang Cak Amir.

Hadir secara virtual, KH Yahya Cholil Staquf menyapa para pengurus PWNU dan PCNU se-Sumsel, dan menghaturkan permohonan maaf belum bisa hadir secara langsung, tetapi ia berjanji bakal datang ke Palembang.

Dikesempatan itu Gus Yahya menceritakan kembali sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama, 31 Januari 1926

“Kita menuju abad baru ini maka kita butuh semangat pembaharuan untuk membangkitkan Nahdlatul Ulama,”ucapnya.

“Dan bila diberi amanah, saya akan membawa kebangkitan NU dengan semangat perubahan. Dan saya mohon doa dan dukungan kalian semua,”pintanya.

Dikesempatan yang sama salah satu tokoh NU Nusron Wahid berkeyakinan sosok Gus Yahya yang bisa membawa perubahan NU.

Pada kesempatan tersebut, Gus Nusron menceritakan sosok Gus Yahya, yang mana KH Yahya Cholil Staquf berasal dari Rembang Jawa Tengah.

“Ayah Gus Yahya adalah tokoh NU KH Muhammad Cholil Bisri, dan juga keponakan dari KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, pengasuh ponpes Raudlatut Thalibin. Jadi jangan diragukan soal NU nya,”ungkap anggota Komisi VI DPR RI asal Kudus ini.

“Gus Yahya juga pernah menjadi murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak di Yogyakarta,” sambungnya lagi.

Ia juga menilai bila sosok Gus Yahya merupakan salah satu sosok yang bisa memimpin NU diera perkembangan zaman.

“Mari sama – sama kita ijtihad memilih pemimpin yang mempunyai konsep membawa perubahan. Yakinlah Gus Yahya mampu menjawab tantangan di massa yang akan datang,”tandasnya.

Tidak hanya Gus Yahya yang hadir melalui Virtual, Saifullah Yusuf Wali Kota Pasuruan ikut zoom meeting. (Rl)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Pastikan Muktamar, Tanggal 17-19 Tidak Akan Tertunda

NU Sumsel Online – menjelang Muktamar PBNU yang akan digelar pada 17 Desember, Caketum PBNU …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *