PK PMII Sjayakirti Ziarah ke Makam Kiyai Muara Ogan

NU Online Sumsel – Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Sjayakirti berziarah ke makam MGS. KH Abdul Hamid bin MGS. H Mahmud atau yang di kenal Kiyai Muara Ogan, kertapati, Palembang, Sabtu (6/1).

Ziarah tersebut diawali dengan shalat Ashar berjamaah, Kemudian diakhiri dengan pembacaan tawassul dan surat Ya sin yang dipimpin Ketua Komisariat Bagus Prasetio. Seluruh jamaah melaksanakan kegiatan dengan khidmat dan tenang.

Ziarah yang juga dihadiri oleh Demisioner ketua PC PMII Kota Palembang Sahabat Perdinan dilakukan dalam rangka merefleksikan gerakan agar senantiasa mengikuti teladan semasa hidupnya dan kealimannya Kiayi Marogan.

“Dengan ziarah ini, mudah-mudahan kita bisa mengingat akan kematian dan mengikuti kealimannya. Kita pun harus meneladani sosok Kiyai Marogan sehingga meskipun beliau telah tiada namun jasa-jasanya masih bisa dirasakan,” papar Bagus Prasetio.

Sementara itu Kiai Marogan terlahir dengan nama Masagus H. Abdul Hamid bin Masagus H. Mahmud. Namun bagi masyarakat Palembang, julukan “Kiai Marogan” lebih terkenal dibanding nama lengkapnya. Julukan Kiai Marogan dikarenakan lokasi masjid dan makamnya terletak di Muara sungai Ogan, anak sungai Musi, Kertapati Palembang. Mengenai waktu kelahirannya, tidak ditemukan catatan yang pasti. Ada yang mengatakan, ia lahir sekitar tahun 1811, dan ada pula tahun 1802.

Namun menurut sumber lisan dari zuriatnya, dan dihitung dari tahun wafatnya dalam usia 89 tahun, maka yang tepat adalah ia lahir tahun 1802, dan meninggal dunia pada 17 Rajab 1319 H yang bertepatan dengan 31 Oktober 1901.

Pada waktu Kiai Marogan lahir, kesultanan Palembang sedang dalam peperangan yang sengit dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kiai Marogan dilahirkan oleh seorang ibu bernama Perawati yang keturunan Cina dan Ayah yang bernama Masagus H. Mahmud alias Kanang, keturunan ningrat. Dari surat panjang hasil keputusan Mahkamah Agama Saudi Arabia, diketahui silsilah keturunan Masagus H. Mahmud berasal dari sultan-sultan Palembang yang bernama susuhunan Abdurrahman Candi Walang. (Al)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Sungkem Gurunya Gus Atho

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi disele-sela mengikuti rapat bersama KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *