PBNU Bangun Masjid An-Nahdlah dan Pesantren An-Nahdliyah di Kuningan

NU Online Sumsel – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melakukan peresmian Masjid An-Nahdlah dan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah Padamulya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada Ahad (22/11) kemarin.

Peletakan batu pertama untuk pesantren itu dilakukan langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang diikuti Bupati Kuningan Acep Purnama serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI Anggito Abimanyu. Sementara peresmian Masjid An-Nahdlah ditandai dengan gunting pita dan penandatangan prasasti.

“Kita baru saja selesai meresmikan masjid An-Nahdlah yang berada langsung di bawah pengelolaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” ujar Kiai Said, seperti dikutip dari NU Online Jabar, Senin (23/11).

“Ini merupakan cita-cita, keinginan PBNU sejak lama, mempunyai masjid dan pesantren yang langsung miliknya PBNU,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan KH Abdul Manan Ghani mengaku telah mendapat amanah untuk menghidupkan tanah wakaf seluas hampir lima hektar untuk membangun masjid dan pesantren.

“Saya ditugaskan menghidupkan tanah wakaf seluas lima hektar kurang seratus delapan puluh lima meter dari bapak Haji Sahal yang diterima langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Alhamdulillah berkat berbagai kerja sama telah kami bangun masjid dan bangunan untuk pengasuh pondok,” ungkap Kiai Manan.

Ia berharap, Pesantren An-Nahdliyah itu kelak menjadi pesantren Islam Nusantara yang memiliki ciri khas serta melahirkan santri diplomatis dan entrepreneur atau pengusaha. Kiai Manan juga mengatakan, peletakan batu pertama untuk pembangunan asrama santri ini berkat kolaborasi yang dilakukan PBNU dengan BPKH RI.

Hal tersebut sesuai dengan amanat UU dengan tiga tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji, rasionalitas, efisiensi, dan meningkatkan manfaat kemaslahatan umat Islam.

“Pembangunan asrama masuk ke dalam pendidikan dan dakwah. Pembangunan masjid masuk ke sarana dan prasarana keagamaan. Kolaborasi ini merupakan mitra yang sangat strategis. Semoga dapat bermanfaat dan istiqomah,” kata Ketua BPKH RI Anggito Abimanyu.

Selain Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kepala BPKH RI Anggito Abimanyu, dan Bupati Kuningan Acep Purnama, hadir pula Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH Abun Bunyamin serta Ketua PCNU Kuningan KH Aam Aminuddin. (Sumber: NU Online)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Sungkem Gurunya Gus Atho

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi disele-sela mengikuti rapat bersama KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *