Mengenal Alim Ulama, Sang Pewaris Nabi

NU Sumsel Online – Ulama dikenal sebagai orang yang mumpuni untuk menjawab segala persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Posisinya sering kali disebut sebagai pewaris para Nabi.

Hal ini dijelaskan oleh KH Amiruddin Nahrawi (Cak Amir) di mana ketika berbicara mengenai ulama, haruslah terlebih dahulu mengetahui maknanya. Mengapa kemudian ulama mempunyai posisi yang tinggi di hadapan Nabi Muhammad SAW, bahkan disebut sebagai pewaris para Nabi.

“Kalau posisi yang tertinggi dalam Islam itu kita kenal dengan Nabi. Maka kalau kita menyebut ulama itu setelah tidak ada Nabi Muhammad SAW,” tutur Cak Amir

Menurut Cak Amir, posisi ulama disebut sebagai pewaris Nabi, sebab keberadaannya turut berperan penting setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, lanjut Cak Amir, Allah SWT akan mengangkat derajat para ulama lebih dari orang-orang yang beriman.

“Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman. Termasuk yang diangkat melebihi orang yang beriman adalah orang-orang yang diberi ilmu (ulama),” kata Cak Amir.

Bahkan, Sayyidina Ibnu Abbas menyampaikan bahwa derajat orang mukmin dengan ulama memiliki perbedaan hingga 700 derajat. Di mana antar derajatnya dapat ditempuh selama 500 tahun.

“Derajat orang mukmin dengan ulama itu perbedaannya 700 derajat. Di mana satu derajat ke derajat lainnya itu jaraknya ditempuh dengan 500 tahun,” ujar Cak Amir.

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir: Gus Yahya Tak Ada Kendala, Sebentar Lagi Menjadi Ketum PBNU

NU Sumsel Online – menjelang Muktamar PBNU yang akan digelar pada 17 Desember, Caketum PBNU …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *