Hernoe Dorong RMI Jadi Agen Pengembangan Ekonomi di Pesantren

NU Sumsel Online – Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PW RMI) Sumsel mengadakan silaturahmi untuk membahas persiapan pelantikan dan beberapa rencana program kerja di Pondok Pesantren Darunur Almusthofa Kota Palembang, Sabtu (3/4/2021).

Ketua PW RMI Sumsel, KH M. Syarif Chumas Asyawaly, membuka silaturahmi dengan menjelaskan hasil pertemuan sebelumnya yang diadakan di Lahat, Sabtu (27/3/2021) lalu.

Gus Syarif, begitu beliau akrab dipanggil, menegaskan pentingnya RMI Sumsel untuk lebih pro aktif menjemput bola agar bisa berperan lebih menonjol, terutama dalam mendorong kemandirian pondok pesantren yang ada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

“RMI ini sudah lama ada, bahkan bisa dikatakan senior dibanding banom NU lainnya, tetapi kiprahnya kurang gaung. Di era kita saat ini, mari kita gerakkan lembaga ini sehingga pesantren-pesantren NU bisa lebih maju lagi,” kata Gus Syarif.

Secara umum, tambah Gus Syarif, program pokok yang akan dikembangkan oleh RMI Sumsel diantaranya pengembangan organisasi dengan menghidupkan RMI tingkat cabang, pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren (pertanian, perkebunan, umkm dll), serta program-program yang menunjang pengembangan pesantren.

Menyambung uraian Gus Syarif, Hernoe Roesprijadji atau Pak Hernoe sebagai Dewan Penasehat RMI menekankan pentingnya RMI memprioritaskan pengembangan ekonomi pondok pesantren untuk mengikis para tengkulak yang marak di tengah masyarakat.

Misalnya, jelas Pak Hernoe, pondok pesantren harus menjadi agen pemasok alat-alat pertanian, pupuk atau obat-obatan dan sejenisnya kepada para petani dengan cara menyuplai terlebih dahulu produk-produk tersebut dan petani membayarnya sesudah panen tanpa bunga.

Para pengurus pesantren di Sumsel, tambah Pak Hernoe, bisa kita ajak untuk studi banding ke pesantren yang sudah hidup geliat perekonomiannya seperti pesantren Amanatul Ummah yang ada di Pacet, Mojokerto, Jawa Timur.

Pak Hernoe juga berharap RMI bisa mendorong kader-kader NU dan para Kiai untuk tidak anti politik, melainkan mengawal para kader terbaik untuk bisa duduk di badan legislatif atau eksekutif sebagai representasi NU untuk dapat menampung dan merealisasikan aspirasi pondok pesantren.

Sementara itu, Dr. Izzah Zen Syukri, Wakil Ketua Pengurus Harian, menekankan peran RMI untuk lebih agresif lagi dan merangkul serta benar-benar menjadi payung seluruh pondok pesantren dalam mendorong dan menggeliatkan ghirohnya, terutama dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

“RMI tidak boleh tertinggal, RMI harus menjadi yang terdepan dan terbaik. Mottonya tidak boleh lagi biar lambat asal selamat, tetapi harus diganti biar cepat asal selamat, maju dan terdepan” tegas Dr. Izzah.

Senada dengan Dr. Izzah, Gus Damas mewakili Divisi Media dan Informasi RMI mendorong agar kader NU tidak boleh lagi terlalu low profile melainkan harus tampil lebih agresif, terutama dalam hal membranding organisasi dan penguasaan opini di media massa dan media sosial.

“Kita tidak bisa lagi bergaya low profile. Kita harus tampil di depan membranding diri sebagai organisasi yang terdepan dalam hal apapun, termasuk menjadi opinion setter,” kata Gus Damas.

Hadir dalam silaturahmi ini antara lain Ketua PWI RMI Sumsel KH M. Syarif Chumas Asyawaly, Hernoe Roesprijadji Dewan Penasehat RMI Sumsel, Habib Abdullah Basyaiban Bendahara PW RMI Sumsel, KH Arwani Arsyad, KH Zainul Arifin, Kiai Zainal Abidin, dan pengurus lainnya.

Habib Abdullah Basyaiban sebagai tuan rumah acara silaturahmi ini sangat bersyukur bahwa RMI untuk kepengurusan periode ini tampil lebih agresif dalam bergerak dan mendorong pengembangan pendidikan dan perekonomian pondok pesantrean.

Saat menutup acara, Gus Syarif dalam kesimpulannya menekankan kembali pentingnya PW RMI Sumsel mengawal terbitnya Perda Pesantren, melakukan upaya yang lebih maksimal dalam meningkatkan ekonomi pondok pesantren, merangkul jejaring dan stakeholder dan mekalukan studi banding ke lembaga lain serta menjalin kerjasama dengan pondok pesantren lain. (Ril)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Sungkem Gurunya Gus Atho

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi disele-sela mengikuti rapat bersama KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *