Cak Amir Stafsus Gubernur Doakan Herman Deru dan Wakil Gubernur

NU Sumsel Online – Stafsus Gubernus Sumatera Selatan sekaligus Ketua PWNU Sumsel KH. Amiruddin Nahrawi memberikan tausiyah kepada peserta didik di SMA 17 Palembang pada hari Senin 7 Juni 2021

Dalam tausiyahnya Cak Amir sapaan akrab KH. Amiruddin Nahrawi menjelaskan 6 bekal dalam menuntut ilmu menurut Imam Syafi’i yaitu Cerdas, Semangat, Sungguh-sungguh, Berkecukupan, Besahabat (belajar) dengan ustadz, dan membutuhkan waktu lama.

KH. Amiruddin Nahrawi

Kecerdasan

Menurut para ulama, ada dua kecerdasan dalam diri manusia. Pertama adalah kecerdasan yang memang telah dijadikan bekal sejak manusia itu lahir. Kedua adalah kecerdasan yang diperoleh lewat jalan usaha yakni dengan cara mencatat, menyimak, berdiskusi atau mengulang-ulang materi yang di dapat.

Semangat

Tidak akan ada yang di dapat dari jiwa yang malas. Begitu juga saat menuntut ilmu. Kita harus menyambutnya dengan antusias. Rasa semangat akan menghadirkan sikap yang optimis dan tidak mudah menyerah. Jalan mencari ilmu adalah jalan yang panjang dan tidak akan dapat ditempuh kecuali dengan semangat yang tinggi.

Bersungguh-Sungguh

Buang jauh-jauh rasa malas saat mencari ilmu. Juga lawan hawa nafsu. Man Jadda Wajada atau siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Untuk memotivasi kita baca biografi atau kisah para ulama terdahulu dalam mencari ilmu. Atau para inovator abad ini yang tidak mudah menyerah dan mencurahkan segalanya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Bekal

Bekal di sini berkaitan dengan harta yang akan dikeluarkan oleh para pencari ilmu. Zaman dahulu para ulama rela mengorbankan harta benda dalam mencari ilmu. Ada yang menjual bajunya. Bahkan Imam Malik menjual atap rumahnya yang dari kayu.

Guru Yang Membimbing

Meski saat ini informasi bisa kita raih dengan mudah tanpa harus ke luar rumah. Kita tetap wajib mendatangi majelis para ulama. Belajar langsung dari lisannya agar ilmu yang kita dapat memiliki dasar yang kuat. Guru adalah sumber ilmu. Keberadaan guru akan ada yang mengingatkan jika para pencari ilmu keliru dalam menetapkan sesuatu.

Waktu Yang Panjang

Dalam kitab Adabul Mufrad, Imam Bukhari mengisahkan bagaimana Jabir bin Abdullah membutuhkan waktu selama satu bulan hanya untuk mendapatkan 1 hadits yang menggambarkan suasana padang masyar. Ia rela mengarungi ganasnya padang pasir dari Hijaz, wilayah di Arab Saudi hingga ke Syam atau Suriah kita mengenalnya kini. Begitulah. Ada waktu yang panjang dibutuhkan oleh para pencari ilmu. Mencari ilmu tidak akan ada habisnya. Bahkan hingga umur manusia itu berakhir. (Al)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Sungkem Gurunya Gus Atho

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi disele-sela mengikuti rapat bersama KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *