Cak Amir Mitra Dakwah Pegadaian Terima Vaksinasi Kedua, Masyarakat Jangan Takut Vaksin

NU Sumsel Online – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), KH. Amiruddin Nahrawi menerima vaksin Covid-19 kedua bersama Lurah Agustin, Selasa (3/8). Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir atau merasa takut disuntik vaksin Covid-19.

“Alhamdulillah, Selasa, 3 Agustus 2021, berkesempatan vaksin dosis kedua. Vaksin covid-19 halal dan aman. Tak perlu kuatir atau takut melakukannya,” ujar Cak Amir sapaan akrab KH. Amiruddin Nahrawi

Cak Amir telah melakukan penyuntikan vaksin dosis pertama pada 5 Juli 2021 lalu. Menurut Cak, sejak penyuntikan vaksin pertama hingga kedua tidak ada keluhan apapun. “Tidak mengalami kantuk, tetiba doyan makan, kepala pening, mual maupun gejala lainnya. Saya merasa biasa saja dan melakukan kegiatan new normal seperti biasa juga,” ucapnya.

Namun, menurut Cak Amir, meskipun telah divaksin dua kali tetap tidak tidak boleh abai terhadap protokol kesehatan. Menurut dia, masyarakat yang sudah divaksin harus tetap mematuhi 3M, yaitu mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Pemerintah juga tetap terus menggalakkan 3T, yaitu testing, tracing and treatment. Tentu juga vaksinasi,” kata Cak Amir.

Cak menamabahkan, konstitusi telah mewajibkan setiap warga negara memeluk agama atau kepercayaan masint-masing, sehingga pandemi covid-19 harus dibaca sebagai takdir Tuhan Yang Maha Esa. “Dan sebagai manusia beragama, kita wajib ikhtiar untuk keluar dari situasi pandemi. Antara lain dengan 3M, 3T dan vaksinasi atau popular dikenal imunitasi,” jelasnya.

“Semoga kita semua sehat, Indonesia sehat, dunia sehat. Sehat segala-galanya, termasuk sehat dalam mengelola tata kehidupan bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan maupun lainnya,” tutupnya.

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Pastikan Muktamar, Tanggal 17-19 Tidak Akan Tertunda

NU Sumsel Online – menjelang Muktamar PBNU yang akan digelar pada 17 Desember, Caketum PBNU …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *