Cak Amir Mitra Dakwah Pegadaian Jelaskan Peran Mahasiswa Dalam Merawat Jagat dan Membangun Peradaban Di Era Disrupsi

Kemajuan teknologi baru yang mengintegrasikan dunia fisik, digital dan biologis juga telah mempengaruhi semua disiplin ilmu, ekonomi, industri dan pemerintah.

Dalam masyarakat kerap kali atau bahkan memang sudah lazim terjadi yang namanya perubahan, apakah itu suatu perubahan yang kecil maupun besar dan perubahan itu tidak dapat dibendung kecuali dengan cara menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi. Tak terkecuali dengan perubahan ke arah yang lebih modern yang kita sebut dengan era disrupsi.

Era disrupsi sendiri adalah sebuah era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada ke cara-cara baru.

Hakikat Penciptaan Manusia

Peran manusia yang pada hakikatnya diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah (pengganti/pemimpin) di muka bumi ini. Tugas dan kemampuannya di atas rata-rata, mengungguli makhluk-makhluk lain, termasuk malaikat.

Sebagai penunjang tugasnya sebagai khalifah, Allah memberikan potensi besar di dalam diri manusia sebagai media dalam memaksimalkan tugas tersebut.

Oleh sebab itu, beban menjaga, merawat bumi dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik sepenuhnya ada di atas pundak manusia.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ (١١)

Dan jika dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi ini!” Jawab mereka, “Sesungguhnya kami ini berbuat kebaikan (Q.S. Al-Baqarah [2]: 11].

Kaidah ushul fiqh menegaskan bahwa:

النَهْيُ عَنِ الشَيْءِ أٌمْرٌ بِضِدِهِ

Larangan terhadap sesuatu berarti perintah terhadap kebalikannya.
Berdasarkan kaidah di atas maka menjaga kemapanan (tidak merusak) bumi merupakan perilaku (sesuatu) yang diperintahkan (amr) oleh Allah Swt.

Sedangkan pada dasarnya amr (perintah) hukum asalnya adalah wajib. Dengan demikian, hukum menjaga kemapanan bumi dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik adalah wajib.

Prinsip Dasar Nahdlatul Ulama

Ada dua prinsip atau gagasan dasar utama yang dipegang teguh oleh NU untuk membangun peradaban.

Pertama adalah membangun relasi yang baik dengan sesama umat beragama. “Setiap agama ada nilai-nilai kemanusiaan. Itu harus diperkuat. Karena itulah titik temu dengan umat beragama apa pun. Maka yang harus diperkuat adalah kesamaannya, bukan malah perbedaannya yang dipertajam,”

Kedua adalah membangun relasi dengan orang-orang yang berada di luar penganut agama. Hubungan itu dibangun dengan memperkuat nilai etik universal. Sebab setiap orang, baik beragama atau tidak, pasti punya standar etik yang bersifat universal. “Semua orang tidak mau dicurangi. Semua orang tidak mau dibohongi, dan semua orang tidak mau dipersekusi. Itu nilai Adapun kaidah yang digunakan oleh NU dalam menghadapi era perubahan seperti saat ini adalah

المحُاَفَظَةُ عَلَى القَدِيْمِ الصَالِحِ وَالأَخْذُ باِلجَدِيْدِ الأَصْلَحِ

(memelihara tradisi lama yang baik dan beradaptasi dengan tradisi baru yang lebih baik).”

Kaidah di atas menjelaskan bahwasanya perubahan yang signifikan seperti era disrupsi saat ini erat kaitannya adalah teknologi informasi dan digital yang semakin canggih harus dapat diimbangi, akan tetapi pola-pola lama yang masih dianggap bagus dan dapat dipertahankan, tidak boleh ditinggalkan.

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Mitra Dakwah Pegadaian Jelaskan Etos Kerja Menurut Islam

NU Sumsel Online – Dalam Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *