Audensi Bersama Gubernur Sumsel PW RMI Sumsel Bahas RPK dan Eksintensi

NU Sumsel Online – Pengurus Wilayah Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PW RMI) Sumsel melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Griya Agung untuk melaporkan struktur kepengurusan baru masa khidmad 2021-2021, Senin (12/3/2021) malam.

Ketua PW RMI Sumsel, KH Syarif Chumas Asyawaly atau Gus Syarif menjelaskan bahwa SK kepengurusan RMI Sumsel telah diterbitkan oleh PW NU Sumsel dengan Nomor: 090/SK.RMI/A.II/Sy.PWNU/II.2021.

“Kami dari PW RMI Sumsel ingin melaporkan terkait struktur pengurus baru RMI Sumsel masa khidmad 2021-2025. Dalam kesempatan ini kami juga ingin meminta kesediaan bapak untuk berkenan menjadi Dewan Penasehat PW RMI Sumsel,” kata Gus Syarif kepada Gubernur Herman Deru.

Menanggapi laporan dan permintaan tersebut, Herman Deru menyatakan kesediaannya untuk menjadi bagian dari PW RMI Sumsel sebagai Dewan Penasehat.

“Saya ini nahdliyin tulen karena saya juga memiliki SK untuk menduduki beberapa jabatan di Banom NU Sumsel. Oleh karena itu saya menyambut baik silaturahmi jajaran PW RMI Sumsel ini dan dengan senang hati dan bangga menerima penunjukan saya untuk menjadi Dewan Penasehat PW RMI Sumsel,’ kata Herman Deru.

Tetapi, sambung Herman Deru, di Sumsel ini ada juga Forum Pesantren (Forpes) yang mengurusi pondok pesantren. Agar tidak menimbulkan kesan tumpang tindih atau dualisme ormas yang mengurusi pesantren, ia berharap PW RMI Sumsel bisa duduk bersama Forpes untuk menjalin kesepahaman.

KH M. Ali Mohsen, SH yang juga duduk di Dewan Penasehat PW RMI Sumsel menegaskan bahwa RMI dan Forpes akan saling bersinergi dan saling mendukung dalam membangun dan mengembangkan pondok pesantren di Sumsel.

“Pada dasarnya RMI ini sudah lama ada tetapi memang kurang populer dibanding Forpes. Hal ini disebabkan banyak faktor. Untuk itu tekad kepengurusan baru ini ingin membawa RMI menjadi organisasi persatuan pondok pesantren dengan melakukan program dan aksi nyata agar RMI bisa dikenal kiprahnya,” jelas Kiai Ali.

Tekad itu, imbuh Kiai Ali, juga dalam rangka meredam gejolak para pengurus pondok pesantren yang ingin membentuk ormas sendiri untuk menyaingi kemunculan Forpes. RMI adalah jalan tengah karena ormas ini adalah bagian dari NU yang sudah berdiri sejak 1954.

Dalam audiensi ini juga dibahas agenda pelantikan pengurus baru PW RMI Sumsel serta beberapa Rencana Program Kerja (RPK) RMI Sumsel untuk 5 tahun kedepan.

Turut hadir dalam audiensi, jajaran pengurus PW RMI Sumsel, Ketua KH Syarif Chumas Asyawaly; Wakil Ketua, Kiai Zainul Arifin, Anggota Dewan Penasehat, KH M. Ali Mohsen SH; Anggota Dewan Penasehat, Hernoe Roesprijadji SIP, MH, MSi; Sekretaris, M. Zainal Abidin; Wakil Sekretaris, Agus H. Zen Muttaqin; Dwi Nofari SPd. I dari Divisi Khasanah Pesantren, Mashuri Damas dari Divisi Media dan Informasi dan beberapa pengurus lainnya.

Agenda audiensi diawali dengan shalat isya’ dan shalat tarawih bersama di aula Griya Agung (Rumah Dinas Gubernur Sumatera Selatan). (Rl)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Sungkem Gurunya Gus Atho

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH Amiruddin Nahrawi disele-sela mengikuti rapat bersama KH …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *