Dr. Darul Abror, M.Pd. (Ketua LP Ma’arif NU OKI dan Mabinda PMII Sumsel)

3 Spirit Baru atas Peristiwa Gerhana Bulan

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ  أَمَرَنَا بِتَرْك الْمَنَاهِيْ وَفِعْلِ الطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ

لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Hadirin, Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Alhamdulillah syukur,  atas izin Allah SWT, Hari ini panca indra kita masi berfungsi, akal kita masih bisa berfikir, dan hati kita masih tetap terjaga dari maksiat, Salah satunya kita tidak menggalkan ibadah sholat Jum’at hari ini. Untuk itu, tidak ada alasan lain bagi kita selaku muslim yang bijak, melainkan berusaha untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan perintah-perintah-NYA dan menjauhi larangan-larangnnya dengan penuh ketundukan dan amat sangat tunduk dihadapan Allah SWT.

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Pada hari Rabu lalu, tepatnya tanggal 26 Mei 2021, pukul. 18. 18 menit Wib, telah terjadi gerhana bulan total. Merupakan gerhana yang terjadi atas tertutupnya sinar matahari ke bulan oleh bumi. Sehingga matahari, bumi dan bulan terletak sejajar, ini merupakan suatu peristiwa yang hanya terjadi 159 tahun sekali, tentu ini atas kebesaran Allah SWT. Untuk itu, setidaknya ada 3 hikmah yang dapat kita petik atas terjadinya peristiwa gerhana bulan.

Pertama, Menjadi Spirit untuk Merenungi dahsyatnya kekuasaan Allah SWT

Bagaimana tidak, Matahari yang ukuran diameternya 400 x lipat dari bulan, dan memiliki jarak 149. 680.000 km dengan bumi, dan memiliki kecapatan orbit mengelilingi pusat galaksi sekitar 2.200 kilometer perdetik.  
serta diciptakan lebih dari 200 milyar bintang di langit.  Tentu ini adalah bagian dahsyatnya kebesaran Allah yang jauh melampauai dari akal manusia.

Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT ;

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidakmenciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepadakaum yang mengetahui” (QS Yunus: 5).


Kedua, Menjadi Spirit  untuk istiqomah beramal sholeh

Rasulullah SAW telah berpesan kepada kita;

 

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ يَنْخَسَفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبّرُوْا، وَصَلُّوا ، وَتَصَدَّقُوْا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bagian dari tanda-tanda (keagungan) Allah. Keduanya tidakmemunculkan gerhana lantaran peristiwa kematian atau kelahiran seseorang. Apabila kalian melihatgerhana itu, lekaslah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dan dirikanlah shalat, dan bersedakahlah.” (HR al-Bukhari).

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Ketiga, Menjadi spirit baru untuk memerangi hawa nafsu

Dalam konteks ini, Imam al-Ghazali pernah bertanya kepada muridnya, apa yang paling besar di dunia ini menurutmu?, muridnya pun menjawab, Gunung, matahari dan ada yang menjawab bumi, kemudian imam al-ghazali berkata; itu semua benar, akan tetapi yang lebih besar dari semua itu adalah hawa nafsu., hawa nafsu yang cenderung untuk urusan duniawi saja, yang jauh dari amal sholih, meninggalkan sholat, puasa, sedekah dan lupa berdzikir kepada Allah SWT. Maka peristiwa ini menjadimomentum penting untuk introspeksi diri agar lebih baik.  

Kisah di atas juga sesuai dengan pesan Rasulullah SAW :

أَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

“Orang cerdas ialah orang yang tahu perhitungan dirinya dan beramal untuk keabadian, sementarayang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya lantas ia berharap-harap kepada Allah”

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Mari.., dengan peristiwa gerhana bulan beberapa hari lalu, bisa bertafakur atas kekuasaan Allah, istiqomah beramal sholih dan berusaha semaksimal mungkin untuk memerangi hawa nafsu, Sehingga memampukan kita kembali dengan identitas khusnul khotimah dan dipertemukan  dengan surganya Allah SWT. Aamin-aamin ya robbal alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

Jum’at, 28-05-2021 di Masjid Nurul Iman OKI-Sumsel

Penulis: Dr. Darul Abror, M.Pd(Ketua LP Ma’arif NU OKI dan Mabinda PMII Sumsel)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

3 Alasan Ilmiah Peringati Maulid

Khutbah I الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ …

One comment

  1. Alhamdulillah
    InsyaAllah makin semangat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *