Dr. Darul Abror, M.Pd. (Ketua LP Ma’arif NU OKI, Ketua IKA PMII OKI & Mabinda PMII Sumsel)

3 Pesan Istimewa Idul Adha

Khutbah I

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ

لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِى جَعَلَ عِيْدَ اْلأَضْحى عِبْرَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ الْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا وَ مَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَ ألِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْنُ. أَيُّهَا الْإِخْوان إِتَّقُو ا اللهَ حقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْْإِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَ لِلّهِ الْحَمْد

Hadirin, Jama’ah sholat Idul Adha Rakhimakumullah

Alhamdulillah syukur,  walaupun dalam kondisi pandemi covid 19, Allah SWT  masih ridla mempertemukan kita dengan hari istimewa, dimana seluruh umat Islam di dunia bersatu memperingatinya, yakni hari raya Idul Adha. Kita agungkan nama-NYA dengan takbir dan tahmid, bukan sekedar di bibir semata, melainkan seyogyanya sampai pada kesadaran hati kita atas kebesaran Allah SWT. Untuk itu, sebagai insan yang beriman, tentunya menjadi suatu keharusan pribadi dan umumnya kita semua untuk selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita dengan menundukkan kepala dan jiwa kita di hadapan Allah Yang Maha Besar. Sebab apapun kebesaran yang kita sandang, kita kecil di hadapan Allah. Betapapun perkasanya kita, masih lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuat. Betapapun hebatnya kekuasaan dan pengaruh kita dihadapan manusia, kita tidak berdaya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَ لِلّهِ الْحَمْدُ

Hadirin, Jama’ah sholat Idul Adha Rakhimakumullah

Hari raya idul adha yang kita peringati hari ini tentu tidak bisa lepas dari kisah sang kekasih Allah,yakni Kisah perjuangan nabi Ibrarhim As untuk medapatkan ridlo dari Allah SWT. Maka Setidaknya ada 3 Peesan istimewa yang dapat kita petik di hari raya idul adha hari ini,

Pesan Pertama adalah rendah hati walaupun banyak rizqi

Sikap rendah hati ini ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim As walaupun beliau telah mendapat gelar al-khalilullah (Kekasih Allah) dan kemewahan harta, akan tetapi beliau tetap menjaga kerendahan hatinya.Hal ini terbukti ketika Malaikat bertanya kepada Allah: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menjadikan Ibrahim sebagai kekasihmu. Padahal ia disibukkan oleh urusan kekayaannya dan keluarganya? “ Allah berfirman: “Jangan menilai hambaku Ibrahim ini dengan ukuran lahiriyah, tengoklah isi hatinya dan amal bhaktinya!” Dalam kitab “Misykatul Anwar” disebutkan kekayaannya mencapai 12.000 ekor ternak, sungguh suatu jumlah yang menurut orang di zamannya Nabi Ibrahim as adalah tergolong milyader.

Ketika pada suatu hari, Nabi Ibrahim ditanya oleh seseorang “milik siapa ternak sebanyak ini?” maka dijawabnya: “Kepunyaan Allah, tapi kini masih milikku. Sewaktu-waktu bila Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan cuma ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku, niscaya akan aku serahkan juga.” Subhannallah, demikian tingginya sikap rendah hati dan taqwanya kepada Allah SWT. Hal ini relevan dengan salah satu hadit Rasulullah SAW,

أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً

Ketauhilah, sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging.

إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ،

Jika ia baik, maka baik pulalah jasad tersebut.

وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ؛

Jika ia jahat, maka jahat pula jasad tersebut.

أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ

Segumpal daging itu adalah hati.

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَ لِلّهِ الْحَمْدُ

Hadirin, Jama’ah sholat Idul Adha Rakhimakumullah

Pesan Kedua adalah Sabar atas segala ujian

Sikap sabar dan tabah nabi Ibrahim terwujud atas ujian yang diberikan oleh Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya. Padahal, seorang anak yang ia idam-idamkan bertahun-tahun karenaistrinya sekian lama mandul. Dalam Surat ash-Shaffat dijelaskan bahwa semula Nabi Ibrahim berdoa:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ.

Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.”

Akan tetapi, Allah menguji Iman dan Taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi cekatan ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri. Sungguh sangat mengerikan! Peristiwa itu dinyatakan dalam Al-Qur’an Surah As-Shoffat ayat 102 :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: Ibrahim berkata : “Hai anakkku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu “maka fikirkanlah apa pendapatmu? Ismail menjawab: Wahai bapakku kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS As-shaffat: 102).

Disebabkan kesabarannya sehingga Allah memberinya sebuah anugerah kehormatan khalilullah (kekasih Allah). Terkait dengan kesabaran, Ibnu sina selaku Bapak kedokteran modern dunia, juga telah mewanti-wanti kepada kita semua dalam menghadapi covid-19 yang masih menghantui manusia sedunia, beliau mengatakan “Kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah permulaan kesembuhan”. Maka sabar tentunya menjadi kebutuhan setiap manusia untuk sehat jasmani dan rohani.  

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَ لِلّهِ الْحَمْدُ

Hadirin, Jama’ah sholat Idul Adha Rakhimakumullah

Pesan ketiga adalah, Istiqomah Berqurban

Pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah, merupakan momentum yang besar bagi umat Islam untuk mendapatkan ridlo dan pahala besar dari Allah SWT, hal ini dapat dilakukan melalui sedekah daging kurban. Karena berqurban merupakan sikap sosial yang bukan hanya menolong sesama, lebih-lebih pada kondisi covid 19 yang sangat berdampak pada ekonomi masyarakat, melainkan juga ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Rasululah saw pernah berpesan kepada kita;

مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى شِرَاءِ اْلأُضْحِيّةِ

Barang siapa keluar dari rumahnya pergi untuk membeli hewan korban

كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ

maka akan dihitung bagi orang tersebut setiap dari langkah kakinya sepuluh kebaikan,

وَ مُحِيَ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ

dan di hilangkan atasnya sepuluh kejelekan,

وَ رُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

dan diangkat (diberi) atasnya sepuluh derajat.

وَ إِذَا تَكَلَّمَ فِي شِرَائِهَا كَانَ كَلَامُهُ تَسْبِيْحًا

Dan ketika terjadi transaksi pembelian maka setiap ucapannya dihitung sebagai tasbih,

وَ إِذَا نَقَدَ ثَمَنَهَا كَانَ لَهُ بِكُلِّ دِرْهَمٍ سَبْعُمِائَةٍ حَسَنَة

dan ketika akad pembelian berlangsung maka setiap dirham (satu rupiah) disamakan dengan tuju puluhkebaikan,

وَ إِذَا طَرَحَها عَلَى اْلأَرْضِ يُرِيدُ ذَبْحَهَا اسْتَغفَرَ لَهُ كُلُّ خَلْقٍ مِنْ مَوْضِعِهَا إِلَى اْلأَرْضِ السَّابِعَةِ

dan ketika hewan tersebut diletakkan (dibaringkan) di atas bumi untuk dipotong maka setiap makhlukyang ada di bumi sampai lapis ketujuh akan memohonkan ampun atas orang tersebut,

وَ إِذاَ أَهرَقَ دَمَّهَا خَلَقَ اللهُ بِكُلِّ قطْرَةٍ مِن دَمِّهَا عَشْرَةً مِنَ الْمَلَائِكَةِ يَسْتَغْفِرُوْنَ لَهُ إلىَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ. رواه أحمد.  

Dan ketika darah dari hewan tersebut telah dialirkan maka Allah SWT  menjadikan setiap tetes daridarah tersebut sepuluh malaikat yang selalu memohonkan ampun sampai hari kiamat.(HR Ahmad).

Subhanallah,  demikian besar pahala sedekah qurban, tentu ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk mendapatkan ampunan Allah SWT. Karena dengan sedekah harta kita tidak pernah berkurang, melainkan bertambah.

  مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ  

“Harta tidak akan berkurang dengan sebab sedekah” (HR Muslim).

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَ لِلّهِ الْحَمْدُ

Hadirin, Jama’ah sholat Idul Adha Rakhimakumullah

Mudah-mudahan, Hari Raya idul adha tahun ini menjadi momentum bagi kita untuk semakin memperkuat kearifan pribadi, rendah hati walaupun banyak rizqi, sabar atas segala ujian dan istiqomah untuk bersedekah guna mendapat ridlo Allah SWT. Bagi yang belum bisa berqurban tahun ini, semoga dimudahkan rizqinya dan melaksanakan ibadah qurban di tahun mendatang. Serta bagi yang telah berqurban, semoga  puluhan malaikat akan selalu mendoakan kita dan memohonankan ampun kepada Allah sampai di hari kiamat kelak, Aamin ya Rabbal Alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

7x:اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ،

اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. فَيَاعِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

 
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأًصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ


اَللَّهُمَّ اغْفِر،ْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِماَتِ, وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا قَاضِيَ اْلحَاجَاتِ. رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا، وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِاْلحَقِّ، وَأَنْتَ خَيْرُ اْلفَاتِحِيْنَ.

رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ، وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Disampaikan di Masjid Agung Tugu Mulyo, 20 Juli 2021)

OlehDr. Darul Abror, M.Pd.

(Ketua LP Ma’arif NU OKI, Ketua IKA PMII OKI & Mabinda PMII Sumsel)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

3 Alasan Ilmiah Peringati Maulid

Khutbah I الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *