Cak Amir Mitra Dakwah Pegadaian Jelaskan Keutamaan Sholat Taubat dan Faedahnya

NU Sumsel Online – Banyak keutamaan dari ibadah sholat sunnah taubat. Sholat ini dilakukan seorang muslim ketika merasa telah melakukan dosa dan ingin bertaubat untuk kembali ke jalan yang benar sesuai yang diperintahkan Allah Ta’ala.

Dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّر – وفي رواية: فيحسن الوضوء – ، ثُمَّ يُصَلِّى – وفي رواية: ركعتين –، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّه؛َ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ»، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ {وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci – dalam riwayat lain: berwudhu dengan baik –, kemudian melaksanakan shalat – dalam riwayat lain: dua rakaat –, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya”.

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat ini (yang artinya), “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah, dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui” (QS. Ali ‘Imraan:135).”

(HR At-Tirmidzi, Abu Dwud, Ibnu Majah dan Ahmad, dinyatakan hasan oleh imam at-Tirmidzi, Ibnu Hajar dalam “Fathul Baari” (11/98) dan syaikh al-Albani, serta dinyatakan shahih oleh imam Ibnu Hibban (no. 623) dan syaikh Ahmad Syakir).

Menuntut Ilmu Hadis yang agung ini menunjukkan keutamaan shalat dua rakaat ketika seorang bertaubat dari perbuatan dosa dan janji pengampunan dosa dari Allah Ta’ala bagi yang melakukan shalat tersebut.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut faedah dan keutamaan yang lebih terperinci dari sholat taubat ini:

1. Mendapatkan pahala sholat sunnah

Keistimewaan sholat taubat adalah mendapatkan pahala yang banyak karena telah mengerjakan dan menghidupkan apa yang menjadi sunnah nabi.

Sebagaimana Allah SWT telah berfirman yang artinya :

اُولٰٓٮِٕكَ جَزَآؤُهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَ جَنّٰتٌ تَجۡرِىۡ مِنۡ تَحۡتِهَا الۡاَنۡهٰرُ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا‌ ؕ وَنِعۡمَ اَجۡرُ الۡعٰمِلِيۡنَؕ

“Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali- Imron : 136)

2. Diampuni dosa-dosanya

Hikmah melakukan sholat taubat adalah diampuninya dosa-dosa yang telah kita perbuat oleh allah SWT, asalkan taubat yang kita lakukan diiringi dengan niat, tekad, dan keistiqamahan, serta tidak melakukan perbuatan dosa itu lagi.

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam :

‘Tidaklah seorang (muslim) melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bersuci, berwudhu dengan baik kemudian melaksanakan salat dua rakaat, lalu meminta ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni (dosa)nya.”

3. Akan dimudahkan segala sesuatu

Seperti difirmankan Allah Ta’ala :

“Maka Aku katakan kepada mereka, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Dia maha pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan memperbanyakkan harga dan anak-anakmu dan mengadakan untuk mu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.” (QS Nuh : 10-12)

4. Ditinggikan derajatnya oleh Allah

Keajaiban sholat taubat menurut hadis shahih, adalah akan ditinggikannya derajatnya oleh Allah SWT, karena telah memperbanyak sujud dengan melakukan sholat taubat dan sholat sunnah yang lainnya.

Rasulullah Shallaallahu alaihi wa sallam bersabda :

“Hendaklah kamu memperbanyak sujud kepada Allah karena tidaklah kamu memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan akan menghapuskan dosanya.” (HR.Muslim No. 488).

Lantas bagaimana jika seseorang umat muslim melakukan kesalahan, kemudian ia bertaubat.

Akan tetapi suatu ketika ia melakukan kesalahan yang sama kembali? dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya seorang laki – laki berbuat dosa lalu berkata: “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah.

Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata : “Hambaku berbuat dosa lalu ia tahu bahwa ia memiliki Tuhan yang Maha Mengampuni dosa dan ia merealisasikannya, sesungguhnya Aku telah ampuni hambaku tersebut.

Kemudian ia pun berbuat dosa lagi dosa yang lainnya lalu berkata :

“Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa maka ampunilah, maka Allah Tabaroka wa Ta’ala berkata: “Hamba-Ku mengetahui bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun lalu ia pun merealisasikannya: “Sesungguhnya telah aku ampuni hamaku.

Kemudian ia melakukan dosa yang lainnya lagi, dan ia berkata : “Wahai Tuhanku sesungguhnya aku berbuat dosa, maka ampunilah. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata lagi : “Hamba-Ku tahu bahwa ia punya Tuhan yang Maha Pengampun dan ia merealisasikannya.”

Maka Aku mempersaksikan kepada kalian semua bahwa sesungguhnya Aku sungguh telah mengampuni hamba-Ku maka silahkan dia lakukan apa yang dia kehendaki.” (HR. Al- Imam Ahmad). (Sumber: Sindonews)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Waketum PBNU Nusron Wahid dan Ketua PBNU Cak Amir Bahas Petani Sawit Bersama LPPNU Sumsel

NU Sumsel Online – Ketua LPPNU Sumsel Fauzi silaturahmi dengan Wakil Ketua Umum PBNU Nusron …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *