Cak Amir Ketua PWNU Sekaligus Stafsus Gubernur Sumsel Jelaskan Faidah-faidah Menjadi Orang Bertakwa

NU Sumsel Online – Takwa bisa diartikan menjauhi segala larangan Allah dan melaksanakan segala yang telah diperintahkan oleh Allah kepada hamba-hambaNya.

Sayyidina Al bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah pernah menjelaskan makna dari takwa:

هي الخوف من الجليل، والعمل بالتنزيل، والقناعة بالقليل، والإستعداد ليوم الرحيل

Artinya, “Takwa adalah rasa takut kepada al-Jalil (Allah swt), mengamalkan isi Al-Qur’an, merasa cukup dengan rezeki yang ada terhadap yang sedikit, dan mempersiapkan kehidupan setelah kematian nanti” (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah, hal. 194)

Dalil untuk menjadi orang bertakwa sangatlah banyak. Baik itu bersumber dari Al-Qur’an maupun dalam Hadits Rasulullah saw.

عن أبي ذرٍّ جندب بن جنادة وأبي عبد الرحمن معاذ بن جبل رضي الله عنهما : عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (( اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ)) رواه الترمذي، وقال حديث حسن. وفي بعض النسخ حسن صحيح.

Artinya, “Dari Abi Dzar Jundub bin Junadah dan Abi Abdrurrahman Mu’adz bin Jabal: Rasulullah bersabda: “Betakwalah kalian di manapun kalian berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan yang mana itu bisa menghapusnya, dan pergaulilah orang-orang dengan akhlak yang baik” (HR Imam At-Turmudzi, menurutnya termasuk hadits hasan, di sebagian cetakan lain dikatakan termasuk hadits shahih)

Setelah mengetahui makna dari takwa, ada berbagai faidah dari menjadi orang yang bertakwa kepada Allah. Sebagaimana yang disadur dari kitab al-Jawahir al-Lu`luiyyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah hal. 195:

1. Penjagaan dan perlindungan dari musuh

وَإِن تَصْبِرُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا

Artinya, Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu (QS Ali Imran: 120)

2. Allah memperbaiki amalnya dan mengampuni dosa-dosanya

اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ‎﴿٧٠﴾‏ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ﴿٧١﴾

Artinya, Bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu (QS Al-Ahzab: 70-71)

3. Dicintai Allah

فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

Artinya, Maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa (QS. Ali Imran: 76)

4. Dimuliakan Allah

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ

Artinya, Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu (QS Al-Hujurat: 13)

5. Diberi kabar gembira untuk kehidupan dunia dan akhirat

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ ‎﴿٦٣﴾‏ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ‎﴿٦٤﴾

Artinya, (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat (QS Yunus: 63-64)

6. Selamat dari siksa neraka

ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوا۟

Artinya, Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa (QS Maryam: 72)

7. Kekal di dalam surga

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya, “Bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (QS Ali Imran: 133)

8. Selamat dari segala kesulitan dan diberikan rizki yang halal

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ‎﴿٢﴾‏ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ‎﴿٣﴾‏

Artinya, “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya (QS At-Thalaq: 2-3)

9. Diberikan jalan keluar dari syubhat dunia dan kesulitan hari kiamat

وقال ابن عباس رضي الله عنهما

: يجعل له مخرجا من شبهات الدنيا، ومن غمرات الموت، ومن شدائد يوم القيامة.

Artinya, “Menurut Ibnu Abbas: Orang yang bertakwa akan diberikan jalan keluar dari: syubhat dunia, kesengsaraan kematian, dan kesulitan di hari kiamat (al-Syekh Muhammad bin Abdillah al-Jardani, al-Jawahir al-Lu`luiyyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyyah, hal. 196)

Semoga dengan tulisan singkat ini bisa memacu kita agar bisa masuk ke dalam golongan hamba-hamba Allah yang bertakwa sehingga bisa mendapatkan faidah-faidah dari orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Aamiin. Wallahu a’lam. (sumber: nu.or.id)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Mitra Dakwah Pegadaian Jelaskan Etos Kerja Menurut Islam

NU Sumsel Online – Dalam Islam, etos kerja (semangat/motivasi kerja) dilandasi oleh semangat beribadah kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *