Cak Amir Jelaskan Faedah Bulan Rajab

NU Sumsel Online – Bulan Rajab merupakan bulan ketujuh dalam penanggalan Islam. Kata “Rajab” memiliki arti keagungan atau mulia. Bulan Rajab juga disebut dalam Alquran sebagai Asyhurul Hurum atau termasuk bulan-bulan yang dihormati.

Rasulullah SaW biasa memuliakan bulan Rajab. Ketika bulan Rajab datang, beliau biasa berdoa yang berbunyi:

اللَّهُـمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: “Ya Allah, berkati kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan.” (HR. Baihaqi no. 3921 & HR. Bazzar no. 6468; hadis serupa ditemukan di Musnad Ahmad no. 2228).

Bulan Rajab hanya berjarak sekitar dua bulan sebelum menuju Ramadhan. Artinya, bulan Rajab bisa menjadi momen terbaik untuk mempersiapkan diri menuju bulan Ramadhan.

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa pada zaman Nabi Muhammad SAW, para sahabat berdoa dan berharap dipanjangkan umurnya di bulan Rajab. Umur panjang yang dimaksud adalah agar dapat selalu dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Keutamaan Bulan Rajab

Berikut keutamaan yang diperoleh seseorang jika melaksanakan amal ibadah tertentu pada saat bulan Rajab tiba.

1. Bulan Haram (Bulan Kemuliaan)

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang mulia. Bulan Rajab termasuk ke dalam bulan haram bersama tiga bulan lainnya yakni Dzulqa’adah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Merujuk pada Alquran Surat At Taubah ayat 36, pada bulan haram, umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri. Di bulan ini juga, umat Islam tidak boleh melakukan peperangan. Sehingga dianjurkan untuk memperbanyak amalan agar memperoleh pahala yang besar.

2. Bulan Penuh Ampunan

Keutamaan kedua dalam bulan Rajab adalah bulan penuh ampunan. Oleh karenanya, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak membaca istighfar di bulan Rajab.

Ad-Dailami meriwayatkan sebuah hadist melalui Sayyidina Ali bin Abi Thalib di mana Rasulullah pernah bersabda: “Carilah banyak pengampunan dari Allah di bulan Rajab karena dalam setiap jam (di bulan Rajab) Allah membebaskan orang-orang dari neraka.”

3. Bertepatan dengan Peristiwa Isra’ Mi’raj

Di bulan Rajab ini terjadi peristiwa penting bagi Nabi Muhammad SAW dan umat Islam. Pada malam ke-27 bulan Rajab, Rasulullah melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj.

Dalam perjalanan spiritual satu malam itu, Rasulullah SAW menuju langit ketujuh atau Sidratul Muntaha. Di sana, Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT dan mendapatkan perintah untuk menunaikan sholat lima waktu sehari semalam.

4. Waktu Mustajab untuk Berdoa

Ketika bulan Rajab tiba, umat Islam dianjurkan untuk membaca Alquran, istigfhar, memanjatkan doa, dan bersholawat. Imam Baihaqi menyampaikan bahwa Imam Asy-Syafii mengatakan: “Telah sampai kepada kami doa sangat mustajab pada lima malam: yaitu malam jum’at, malam Idul Fitri, malam Idul Adha, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan Sya’ban.”

5. Dianjurkan untuk Berpuasa

Jika seseorang melaksanakan puasa di bulan Rajab dengan niat puasa sunah, hal ini dibolehkan bahkan dianjurkan. Mengingat sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi dan yang lainnya berbunyi: “Puasalah di bulan haram dan berbukalah.” (Sumber: kumparan.com)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Komisaris Baru PT Pusri Bersama Dirut Berikan Arahan Etos Kerja dan Keagamaan Kepada Karyawan

NU Sumsel Online – Pasca dilantiknya sebagai Dewan Komisaris PT Pusri Palembang, KH Amiruddin Nahrawi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *