Tiga Tokoh Layak Jadi Ketum PBNU Pada Muktamar NU ke 34

NU Sumsel Online – Ada tiga tokoh yang layak menjadi Ketua Umum PBNU di muktamar NU mendatang. Ketiganya adalah KH Yahya Cholil Staquf (Rembang), KH Amiruddin Nahrawi yang sekarang menjabat sebagai Ketua PWNU Sumsel, dan KH. Marzuki Mustamar yang juga sebagai Ketua PWNU Jatim.

KH Yahya Cholil Staquf adalah anak kandung KH Cholil Bisri, mantan politikus PPP dan PKB yang juga pimpinan Pondok Roudhlatut Tholibin Kabupaten Rembang Jateng. Yahya Cholil Staquf pernah menjabat sebagai juru bicara Presiden Gus Dur. Alumni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini juga kakak kandung dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (sumber: beritajatim.com)

Sedangkan KH. Amiruddin Nahrawi dalam pengalaman organisasi, Cak Amir sapaan akrabnnya memulai perjalanan berorganisasi saat masih menjadi Mahasiswa sebagai Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Pengurus Ranting NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan sekarang beliau sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan. (sumber: nusumsel.or.id)

Berita Lainnya :   Cak Amir Wakil Ketua Umum MUI Sumsel Jelaskan Tentang Ikhalas

Sementara itu, KH. Marzuki Mustamar mengutip dari laman pesantren.id lahir pada tanggal 22 September 1966 di Blitar, Jawa Timur. Putra dari Ibu Nyai Siti Zainab dan Kiai Mustamar. Ilmu Agama dan Al-Qur’an yang ditekuni sejak kecil tidak lepas dari bimbingan serta dedikasi kedua orang tuanya.

Pada masa Madrasah Ibtidaiyah, beliau telah mendalami Ilmu Nahwu, Sharaf, Tasawuf, dan Fiqih kepada Kiai Ridlwan serta para kiai-kiai di Blitar. Selain itu, sambil belajar beliau juga mengajar tetangga-tetangganya. Kemudian, saat kelas 3 Madrasah Tsanawiyah telah mampu mengkhatamkan kitab Mutammimah.

Berita Lainnya :   Cak Amir Ingatkan Antar Lembaga Harus Bersinergi

Selanjutnya, pada masa Madrasah Aliyah beliau belajar Ilmu Balaghah dan Manthiq kepada Kiai Hamzah, ilmu Fiqh kepada Kiai Ridlwan, serta mengkhatamkan Kitab Shahih Muslim kepada Kiai Hasbulloh Ridlwan. Setelah itu, beliau meneruskan pendidikan di Universitas Islam Negeri Malang jurusan Pendidikan Bahasa Arab dan tinggal di pondok pesantren Nurul Huda Mergosono yang diasuh oleh K.H. Mashduqi Mahfudz—sedangkan S2 ditempuh Universitas Islam Lamongan (UNISLA). (Al)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

Cak Amir Doakan Kombes Pol. Ucu Kuspriyadi Ultah ke 48

NU Sumsel Online – Ketua PWNU Sumsel KH. Amiruddin Nahrawi mengucapkan Selamat Ulang tahun kepada Karo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *