Dr. Darul Abror, M.Pd. (Ketua IKA PMII OKI, Ketua LP Ma’arif NU OKI & Mabinda PMII Sumsel)

WAFATNYA KYAI & MOMENTUM INTROSPEKSI DIRI

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ  أَمَرَنَا بِتَرْك الْمَنَاهِيْ وَفِعْلِ الطَّاعَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ الهَادِيْنَ لِلصَّوَابِ وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلمَآبِ.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالاَنْعَامِ مُخْتَلِفُ اَلْوَانُهً كَذَالِكَ اِنَّمَا يَخشَى اللهَ مِن عِبَادِهِ العُلَمَآءُ اِنَّ اللهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Hadirin, jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Alhamdulillah syukur,  Mata kita masih bisa memandang, akal kita kita masih bisa berfikir, dan hati kita masih terpaut dengan Allah, sehingga kita masih dipertemukan kembali oleh Allah SWT dengan Jum’at yang penuh berkah ini, untuk itu, tidak ada alasan lain, pada moment yang mulia ini tentunya menjadi suatu keharusan pribadi, dan umumnya kita semua untuk selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita, dengan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan perintah dan menjauhi larangan AllahSWT dengan penuh ketundukan dan amat sangat tunduk dihadapan yang maha pemilik segala alam dan isisnya, Allah SWT.

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Sesuai dengan data tahun 2020- akhir Juni 2021, Koordinator Gusdurian, Alisa Wahid, telah menyatakan lebih dari 541 ulama Indonesia telah wafat, baik sebagian atas kondisi covid dan sebagian pula tidak. Dan pada bulan Juli ini, tercatat menjadi dalam sejarah, bahwa Ulama nasional sampai lokal yang telah wafat mendahului kita, antaralain K.H. M. Muhsin (Ponpes Pangandaran), K.H. Zainudin Dzajuli (Pengasuh Ponpes Ploso), K.H. Nawawi Dencik Al-hafidz (Imam Besar Masjid Agung Palembang), K.H. Jalaludin (Pengasuh ponpes Alhidayat Jamantras) serta beberapa hari lalu, K.H. Abdul Qodir (Pengasuh ponpes Nurul Huda Sukaraja BK- OKU Timur) juga telah mendahului kita. Tentu, dengan wafatnya para ulama di atas, kita, bangsa Indonesia benar-benar berduka. Mautul ‘alim mautul alam (Wafatnya seorang yang alim sama dengan kematian alam).

Mengapa demikian? Pertama, karena orang yang berilmu memberi petunjuk kepada orang-orang yang perlu diberi petunjuk. Orang-orang yang membutuhkan petunjuk tidak akan mendapatkannya,ketika tidak ada ilmu dengan kematiannya orang alim, maka kehidupan yang jauh dari syari’at Islamsangat memungkinkan terjadi. Kedua, Karena Ulama adalah pewaris para Nabi yang tentunya atas kekuasaan Allah SWT.  


Firman Allah SWT dalam surah Al-Fathir: 28, sebagai berikut:

وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَآبِّ وَالاَنْعَامِ مُخْتَلِفُ اَلْوَانُهً كَذَالِكَ اِنَّمَا يَخشَى اللهَ مِن عِبَادِهِ العُلَمَآءُ اِنَّ اللهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Artinya: “Dan demikian (pula) diantara manusia, binatang-binatang melata, dan binatang-binatang ternakada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Bahwasannya yang takut kepada Allah darihamba-hamba-Nya hanyalah para ulama. Sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pengampun.”


Hadirin, Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Kemuliaan Ulama sebagai ahli dzikir juga ditegaskan oleh K.H. Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah An-Nahdiyah) dalam bukunya secercah tinta, beliau menjelaskan tentang siapakah ahli dzikir itu, beliau menyatakan bahwa ahli dzikir adalah para wali dan para ulama yang dalam hatinya terdapat rasa takut (khasyyah) kepada Allah SWT.

Dalam ayat lain, Allah mengatakan: (QS: al-Fathir ayat 28)

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.”

Orang tanpa ilmu bisa sesat. Sesungguhnya ilmu saja juga tidak cukup, tetapi orang harusmengamalkan ilmunya. Ilmu tidak hanya untuk diperdebatkan, tetapi harus diamalkan. Seperti kitaketahui, akhir-akhir ini banyak orang suka berdebat. Ilmu hanya untuk diperdebatkan, tidak dipakaiuntuk beramal. Naudhubillahi min dzalik.

Ada bahaya dan kerusakan dari perdebatan, karena itu kita perlu berhati-hati. Mereka seolah-olahberusaha mencari kebenaran, tetapi sebenarnya telah melenceng dari pencarian kebenaran demi kemenangan ego atau nafsu belaka.

Hal diatas juga relevan dengan apa yang riwayat Al-Hafizh IbnuAsakir bahwa Rasulullah SAWbersabda:

  (مَنْ أَفْتَى بِغَيْرِ عِلْمٍ لَعَنَـتْهُ مَلَائِكَةُ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ (رَوَاهُ ابْنُ عَسَاكِرَ

Maknanya: “Barangsiapa berfatwa (bicara agama) tanpa ilmu, maka ia dilaknat oleh para malaikat di langit dan di bumi.” (H.R. Ibnu ‘Asakir).

Untuk itu, mari kita ingat pesan yang disampaikan Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin: “Semua manusia itu sia-sia, rusak, kecuali orang yang berilmu. Yang berilmu pun sia-sia, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Dan yang mengamalkan ilmunya pun sia-sia, kecuali amalnya disertai dengan keikhlasan.”

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Mumpung kita masih diberikan kesehatan lahir dan batin, sudah selayaknya kita selalu mengintrospeksi diri, agar menjadi lebih baik di hadapadan Allah SWT. Imam al-Ghazali menegaskan dalam kitab bidayatul hidayahnya, agar sepatutnya seseorang menghabiskan energinya untuk introspeksi (muhâsabah) kepada diri sendiri ketimbang sibuk menghakimi kualitas diri orang lain. Sebab, hakim sejati hanyalah Allah dan keputusan final yang hakiki hanya ada di akhirat, bukan di dunia ini. 

Rasulullah saw juga telah mengingatkan kita:

أَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ

Artinya“Orang cerdas ialah orang yang tahu perhitungan dirinya dan beramal untuk keabadian,sementara yang lemah ialah yang mengikuti hawa nafsunya lantas ia berharap-harap kepada Allah”

Hadirin, Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Mari.. kita selalu dekatkan diri kita bersama para Kyai, Ulama, ahli dzikir, orang-orang yang berilmu, agar terpelihara ketakwaan kita dihadapan Allah SWT. Semoga mulai jum’at ini, Allah akan selalu memelihara iman kita, ilmu kita, amal kita dan keikhlasan kita, sehingga diakhir hayat, ketika malaikat maut hendak mencabut ruh dari jasad kita, keluarga kita bergantian menuntun di samping telinga kita, untuk melafalkan dua kalimah syahadat, dan semoga kita dimampukan oleh Allah swt untuk melafalkan asyhaduanlla ila haillah.., wasyhaduanna muhammadarrasulullah…, sehingga kita kembali dengan identitas khusnul khatimah di hadapan Allah swt. Aamin-aamin ya robbal alamin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

OlehDr. Darul Abror, M.Pd.

(Ketua IKA PMII OKI, Ketua LP Ma’arif NU OKI & Mabinda PMII Sumsel)

About Redaksi NU Sumsel

Check Also

3 Alasan Ilmiah Peringati Maulid

Khutbah I الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *